Ketika Langit Turun ke Panggung: Puncak HARSASORA 63 SMAN 1 Sooko Pecah! Hujan Tak Surutkan Antusias 2.500 Penonton hingga Pamungkas Tutup Malam Penuh Kenangan
Kamis, 18 Desember 2025, menjadi hari yang akan lama dikenang oleh keluarga besar SMAN 1 Sooko, para alumni, dan ribuan penonton yang memadati area sekolah. Puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-63 bertajuk HARSASORA 63 akhirnya tiba. Sejak siang hari, suasana di lingkungan sekolah sudah berbeda. Spanduk, tata panggung megah, dan arus manusia yang terus berdatangan menjadi pertanda bahwa hari itu bukan hari biasa.
Tepat pukul 14.00 WIB, panggung HARSASORA 63 resmi dibuka. MC membuka acara dengan penuh semangat, disambut sorak sorai penonton yang telah memenuhi area sejak siang. Dentuman musik pembuka, permainan lampu, dan energi penonton yang antusias seolah menyatu, menghidupkan atmosfer perayaan yang telah dinanti sejak lama.
Sejak awal, puncak HARSASORA 63 memang dirancang bukan sekadar hiburan, melainkan panggung besar bagi kreativitas dan kebanggaan siswa-siswi SMAN 1 Sooko. Rangkaian acara sore hari diisi oleh penampilan talenta dari berbagai ekstrakurikuler, mulai dari seni musik, tari, hingga pertunjukan kreatif lainnya. Satu per satu siswa naik ke panggung, menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Sorak tepuk tangan mengiringi setiap penampilan. Bagi sebagian siswa, panggung HARSASORA adalah ruang pembuktian; bagi penonton, ini adalah hiburan yang jujur dan membanggakan. Di sinilah terlihat jelas bahwa SMAN 1 Sooko bukan hanya tempat belajar di ruang kelas, tetapi juga ruang tumbuh bagi keberanian, kerja sama, dan kreativitas generasi muda.
Hingga pukul 16.30 WIB, suasana panggung tetap hidup. Energi penonton belum surut sedikit pun. Bahkan, atmosfer semakin memanas ketika panggung diambil alih oleh Band AIGO, band sponsor dari Bank Jatim Cabang Mojokerto. Lagu demi lagu dibawakan dengan penuh semangat. Penonton ikut bernyanyi, melambaikan tangan, dan menikmati kebersamaan yang tercipta secara alami di tengah kerumunan.
Tak lama berselang, giliran Band Altersense tampil. Beat yang lebih kuat, tempo yang lebih cepat, dan interaksi intens dengan penonton membuat suasana semakin meriah. Area depan panggung dipenuhi gerakan, sorakan, dan senyum lepas. Altersense sukses membawa penonton ke puncak euforia sore hari hingga penampilan mereka berakhir sekitar pukul 17.45 WIB.
Setelah itu, acara dihentikan sementara untuk memberikan waktu Sholat Maghrib. Namun, alam seolah ingin ikut memberi warna pada kisah HARSASORA 63. Di tengah waktu istirahat, hujan lebat turun secara tiba-tiba. Rintik yang awalnya ringan berubah menjadi hujan deras, membuat suasana sejenak hening dan penuh tanda tanya.
Panitia dengan sigap mengambil keputusan untuk mengundur acara beberapa menit, demi menjaga keamanan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh penonton yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.500 orang. Meski hujan turun cukup deras, tak sedikit penonton yang memilih bertahan. Payung, jas hujan, dan tawa kecil menjadi saksi bahwa semangat HARSASORA 63 tidak mudah dipadamkan.
Ketika hujan mulai reda, sorak penonton kembali menggema. Panggung HARSASORA 63 kembali hidup. Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMAN 1 Sooko, Drs. Sugeng Wibawa. Dengan penuh rasa syukur, beliau menyampaikan kebahagiaannya melihat keceriaan, kebersamaan, dan semangat positif yang tercipta sepanjang acara.
Beliau menegaskan bahwa HARSASORA bukan hanya perayaan usia sekolah, melainkan ruang bagi siswa untuk bermimpi, berekspresi, dan merasakan kebanggaan menjadi bagian dari SMAN 1 Sooko. Sambutan tersebut menjadi jembatan emosional yang menghubungkan seluruh rangkaian acara siang hingga malam.
Momen resmi semakin lengkap ketika Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Mojokerto Raya, Bapak Mudianto, S.Pd., M.M., secara simbolis membuka puncak acara HARSASORA 63. Kehadiran beliau, yang didampingi oleh Kasi SMA dan PK-PLK, Bapak Imron Rosadi, S.T., M.Kom., menjadi bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan dan kreativitas generasi muda.
Sorak sorai kembali pecah saat Mighfar Suganda naik ke atas panggung. Suasana yang sebelumnya riuh perlahan berubah menjadi syahdu. Ribuan penonton larut dalam nyanyian bersama. Lagu “Anti Hero” menjadi salah satu momen paling emosional, dengan suara penonton yang semakin kencang dan kompak. Puncaknya, lagu “Gemuruh Riuh” dinyanyikan bersama dengan penuh tenaga, seolah menjadi soundtrack kebersamaan malam itu.
Usai penampilan Mighfar Suganda, MC kembali ke panggung untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, media partner, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya HARSASORA 63. Tepuk tangan panjang menjadi bentuk terima kasih dari seluruh penonton.
Dan akhirnya, momen yang paling ditunggu pun tiba. Pamungkas, guest star utama, muncul di atas panggung dan langsung disambut teriakan histeris. Lagu “Monolog” menjadi pembuka yang sempurna. Satu per satu lagu andalan yang pernah viral mengalir, dinyanyikan bersama oleh sekitar 2.500 penonton dengan penuh penghayatan.
Mayoritas penonton yang didominasi remaja dan dewasa muda usia 16–20 tahun, datang bersama teman dan pasangan. Suasana semakin hangat dan mesra saat Pamungkas membawakan lagu-lagu penutup “To The Bone” dan “Kenangan Manis”. Ribuan suara menyatu, bernyanyi lantang di bawah langit malam SMAN 1 Sooko, diiringi firework dan smoke effect yang menghiasi panggung.
Penampilan Pamungkas berakhir sekitar pukul 21.45 WIB. Lima belas menit kemudian, pukul 22.00 WIB, area panggung telah steril dari penonton. Namun, kenangan malam itu masih tertinggal—di kepala, di hati, dan di cerita yang akan terus dibagikan.
Puncak HARSASORA 63 bukan sekadar konser atau perayaan ulang tahun sekolah. Ia adalah kisah tentang kebersamaan, ketangguhan menghadapi hujan, dan mimpi-mimpi muda yang dinyanyikan bersama. Sebuah perayaan yang menegaskan bahwa SMAN 1 Sooko terus melangkah menuju kesuksesan setinggi langit, sebagaimana makna HARSASORA itu sendiri.
Komentar
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Symphony of Smansasoo (SOS) Mengcover Lagu "Anak Indonesia Hebat 2025"
Mojokerto – Grup musik kebanggaan SMAN 1 Sooko, Symphony of Smansasoo (SOS), kembali menampilkan kreativitas luar biasa dengan mengcover lagu inspiratif berjudul "Anak Indonesia H
Semangat Sumpah Pemuda Perkuat Karakter Siswa SMAN 1 SOOKO
Pada 28 Oktober, SMAN 1 Sooko menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bermakna, tetapi juga penuh warna. Acara ini digelar untuk mengenang p
Kegiatan
Upacara Bendera hari Senin di halaman SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto merupakan momen penting bagi seluruh warga sekolah. Sebagai bentuk penghormatan terhadap lambang negara, upacara ini m



100