Johan Budi, Alumnus SMAN 1 Sooko Tahun 1984, jadi Deputi Pencegahan KPK

Jakarta (ANTARA News) – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi Sapto Pribowo atau kerap disapa Johan Budi, dilantik sebagai Deputi Pencegahan KPK.

“Selanjutnya kepada Pak Johan Budi sebagai Deputi pencegahan, kita tahu bersama pemberantasan korupsi tidak hanya bisa mengandalkan penindakan semata. Tapi dengan pendekatan pencegahan diharapkan Johan Budi mampu mengoptimalisasi Deputi Pencegahan karena bisnis KPK itu penindakan dan pencegahan,” kata Ketua KPK, Abraham Samad, saat pelantikan Johan Budi di gedung KPK Jakarta, Jumat.

Johan menjadi Deputi Pencegahan KPK, yang sebelumnya dijabat Iswan Elmi.

Selain Johan, Ketua KPK juga melantik Ari Widyatmoko sebagai Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat, ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyelidikan KPK.

Pelantikan itu dihadiri sejumlah pejabat terkait antara lain Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal (Pol) Suhardi Alius, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Mardiasmo, serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Handoyo Sudrajat.

“Tahun ini kita masih melakukan koordinasi supervisi (korsup) pencegahan korupsi di beberapa provinsi saja. Korupsi di Indonesia tidak hanya berpusat di Jakarta, tapi di seluruh wilayah. Kita berharap korsup pencegahan bs dipotimalisasi karena sekali lagi keluhan masyarakat di pelosok selalu mengatakan Indonesia bukan hanya di Jakarta karena kita tahu korupsi d pelosok jauh lebih dahsyat dari pada korupsi di Jakarta,” tambah Abraham.

Sedangkan Johan Budi mengaku ingin melakukan sinergitas antara pencegahan dan penindakan.

“Saya punya beberapa rencana terkait pencegahan. Jadi selama ini kan belum keliatan sinergitas antara pencegahan dan penindakan yang seolah-olah menjadi hal dipentingkan,” kata Johan.

Padahal menurut Johan ruang lingkup pencegahan harus sama dan sebangun dengan penindakan.

“Namun tentu kita tetap mengacu pada national interest KPK periode ketiga yaitu penerimaan, pengeluaran negara, kemudian berkaitan dengan natural resources, berkaitan dengan infrastruktur yaitu kepentingan masyarakat banyak apakah itu kesehatan. Saya kira pencegahan tetap tidak kalah dahsyatnya dari penindakan. Jadi harus simultan dengan kecepatan yang sama dengan penindakan,” tambah Johan.

Johan mengaku untuk menjadi deputi pencegahan, ia harus bersaing dengan enam kandidat lain, 2 orang berasal dari luar KPK dan 4 orang dari dalam KPK.

“Saya bekerja mengalir saja, yang penting saya memberikan kontribusi bagi pemberantasan korupsi,” ungkap Johan. (Baca juga: Negara lain saja bangga dengan KPK)

Namun Johan masih tetap menjadi Juru Bicara KPK.

“Sebagai kepala biro humas kan resmi diganti, sementara jubir masih dipegang saya sampai ada penggantinya,” tegas Johan.

Johan sudah menjadi jubir KPK sejak 2006 atau tiga tahun setelah KPK resmi berdiri pada Desember 2003 berdasarkan UU No 30/2002 mengenai KPK. Ia pernah juga merangkap sebagai Jubir dan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK pada 2008–2009, selanjutnya pada 2009 Johan menjadi Kepala Biro Humas KPK.

(D017)

One Response

  1. Mariono

    Silahturahmi perlu dibangun kembali. Kami alumnus tahun 1984 jurusan ipa dan sekarang di pemkab probolinggo

Leave a Reply