Disayangkan… Pelajar Berprestasi dari Indonesia Lebih Menarik di Mata Orang Jepang

TOKYO, KOMPAS.com — Saat ini ada 6.000 mahasiswa menuntut ilmu di Tokyo International University (TIU), Tokyo, Jepang. Dari jumlah tersebut, 700 pelajar di antaranya merupakan mahasiswa internasional, yang berasal dari 30 negara. Jumlah itu tidak termasuk pelajar yang mengikuti program E-Track.

E-Track atau English Track merupakan program pendidikan internasional yang tengah dikembangkan oleh TIU, Tokyo, Jepang. Kurikulum dalam program tersebut memungkinkan mahasiswa mengolah latar belakang pendidikan yang luas dan memperdalam pengetahuan mereka pada bidang-bidang spesialisasi Ekonomi Bisnis dan Hubungan Internasional.

“Di sini kami mempertajam perspektif global melalui kelas yang menerapkan sistem nilai yang
beragam menjadi bersatu. Saat membahas isu-isu dalam hubungan internasional, tak ada jawaban yang benar yang akan memuaskan setiap orang. Yang terpenting adalah Anda menghormati perbedaan sudut pandang, dan berusaha menemukan kesamaan mendasar,” ujar Akitoshi Miyashita, profesor bidang politik internasional TIU, pada paparan program tersebut di Kampus TIU, Tokyo, Kamis (9/10/2014).

Lebih dari itu, Miyashita menambahkan, E-Track bertujuan supaya para mahasiswa bisa saling
menstimulasi dan membebaskan batas-batas negara menuju apa yang disebut dengan masyarakat global. Saat ini, tujuan itulah yang tengah diterapkan kepada 50 pelajar internasional dari 26 negara di kampus tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala SMA Kolese Kanisius Romo Heru Hendarto SJ, yang ikut dalam Tur Tokyo International University 2014 mengatakan bahwa keseriusan Jepang, khususnya TIU, perlu dipertimbangkan secara positif. Menurut dia, effort TIU menggulirkan konsep pendidikan tinggi internasional sangat baik bagi pelajar Indonesia. Di sisi lain, hal ini menjadi pelecut bagi perguruan tinggi lokal di Indonesia untuk lebih menjadikan pelajar Indonesia sebagai aset bangsa.

M Latief/KOMPAS.com E-Track bertujuan supaya para mahasiswa bisa saling menstimulasi dan membebaskan batas-batas negara menuju apa yang disebut dengan masyarakat global. Saat ini, tujuan itulah yang tengah diterapkan pada 50 pelajar internasional dari 26 negara di kampus tersebut.
“TIU itu perguruan tinggi tua, dan program internasional adalah hal baru dari mereka. Akan tetapi, ini perlu diapresiasi, mengingat cara mereka luar biasa dalam menangkap kebutuhan para pelajar kita di Tanah Air. Sebagai perguruan tinggi swasta, mereka mendapat subsidi pemerintah hingga 30 persen lebih, dan itu dijadikan skema untuk menyubsidi mahasiswa internasional di kampus tersebut, untuk beasiswa misalnya,” ujar Romo Heru, Jumat (10/10/2014).

Romo Heru mengaku sangat menyayangkan banyaknya perguruan tinggi di Tanah Air yang tidak seserius kampus-kampus luar negeri dalam menarik para pelajar berprestasi Indonesia. Tak sedikit pelajar berprestasi Indonesia mendapat tawaran menarik untuk menimba ilmu di luar negeri dengan fasilitas bermacam-macam, sementara di Indonesia tidak sedemikian luar biasa perhatiannya.

“Memang, TIU bukan top level university di Jepang. Namun, lihat cara mereka memperlakukan anak-anak Indonesia. Sangat bagus. Atmosfer yang mereka ciptakan untuk belajar sangat mendukung, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Mereka serius betul menangkap para pelajar internasional. Jadi, jangan sampai anak-anak berprestasi kita malah banyak lari ke luar,” tambahnya.

Leave a Reply